Akhirnya Anakku Mulai sekolah..

July 7th, 2008 by sepcomp

Dsc02393Umurnya seh baru 4 tahun, itu pun pada tanggal 2 Juli 2008, karena dengan bertambahnya umur, dan karena pergaulan dengan anak sebayanya yang sudah sekolah, maka sering terucap dan bertanya kepada ibunya "Bu  Kaka pingin Sekolah Kapan bu ??. dan pertanyaan itu pun sering di tanya kepada saya selaku Ayah-nya.

Pada tahun ini, mungkin salah satu keinginan saya sekarang terwujud, knapa karenaDsc02416_1 sudah lama dia sering bertanya " yah .. yah kaka mau sekolah .. Kapan yah ?.. itu salah satu omongan anakku.  Karena merasa sudah besar, makanya beliau suka menyebut dirinya ‘Kaka’ karena keinginannya juga untuk memiliki Adik.

Tahun ajaran 2008/09 di depan mata, dan pada tanggal 20 Juni 08 anakku di daftar kan sekolah walaupun di Sekolah Taman-kanak ISlam., Kenapa saya dan istri saya memilih TK-Islam, dan tidak memilih TK UMUM.  Itu krena pertimbangan dan juga penjelasan apa yang di berikan di TK-Islam dan TK-Umum.

Di TK Islam, selain belajar tentang Akhlak Islam, belajar shalat, belajar Al.quran, bermain juga di pelajari pelajaran umum yaitu Ca-lis-tung atau Membaca, menulis dan berhitung,  adapun perbandingan di TK. Umum diDsc02127 sana hanya di berikan pelajaran Umum, menggambar, bernyanyi, dan pelajaran umum lainnya.

Mungkin penjelasan tadi tidak sepenuhnya penjelasan aslinya, karena itu yang sering dialami keponakan saya dulu, dan kebanyakan keponakan saya di TK Islam jadi pas masuk SD sudah siap menghadapi dunia baru bagi anak saya yaitu di sekolah Dasar.

Dan sepertinya anak saya bersemangat sekali pingin sekolah, karena penunjang sekolah sudah siap, seperti seragam, buku, dan perlengkapan lainnya sudah siap, dan beliau sudah tidak sabar untuk sekolah. rencananya mulai masuk tanggal 14 Juli 08, semoga dalam menghadapi dunia baru anak saya, karena mungkin baru perama kali  bergaul dengan banyak teman-teman.

Dsc02269Karena selama ini, teman anak saya adalah ahanya sepupu-sepupunya (keponakan saya), yang mungkin tidak sebaya malah lebih besar. tetapi nanti di TK, anak saya akan berteman dengan sebaya-nya. mudah-mudahan pertemanan beliau bisa merubah sikap super aktifnya, karena selama ini ibu-nya suka mengeluh dnegan kenakalan anakku yang menurut dr. Psikiater Teman saya memang "hiper aktif", makanya dengan sekolah hiper aktif itu bisa di salurkan dengan hal-hal positif, yaitu belajar dengan deman-teman, belajar di sekolah dan bermain dengan teman-temannya.

Mudah-mudahan harapan saya bisa terlaksana, anak saya dapat menghadapi dunia baru beliau di sekolah Taman -kanak-kan..

Good Luck my Son…

Ungu Kembali Rilis Album Religi ‘Para Pencarimu’

September 17th, 2007 by sepcomp

Sabtu, 15 September 2007 20:57
Ungu Kembali Rilis Album Religi ‘Para Pencarimu’ (Download lagunya di sini)*)

Kapanlagi.com - Pada hari ketiga Bulan Ramadhan, Sabtu (15/9), grup band Ungu meluncurkan mini album Ungu_umroh4
religus terbarunya bertajuk PARA PENCARIMU di Hotel Jayakarta Kota Bandung.

Peluncuran mini album yang hanya berisi lima lagu itu dilakukan Pasha dkk sebelum manggung di Lapangan Gasibu Kota Bandung.

“Ungu sengaja meluncurkan dalam bentuk mini album, kalau dipaksakan sebelas lagi nanti lagu lainnya nggak karuan. Kita pede dengan lima lagu saja,” kata Pasha di sela-sela peluncuran album itu.

Kelima lagu pengisi mini album Ungu terbaru itu adalah Para PencariMu, Sembah Sujudku, Surga Hati,Sesungguhnya, dan Tuhanku yang diproduksi Trinity Optima Production.

Lagu Para PencariMu karya Enda menjadi pembuka sekaligus judul dari album mini itu. Mereka mempertahankan karakternya dengan formasi dua gitaris Enda dan Oncy. Gitar elektrik keduanya diraungkan dengan sedikit distorsi, dikawal rhythm section bassist Makki dan beat drum Rowman.

Para PencariMu menunjukkan kekayaan pengalaman Ungu untuk menggarap lagu-lagu religi dengan warna medium best.

“Katakanlah, membuat lagu religi tanpa menghilangkan karakter Ungu yang ada di unsur pop rock-nya,” kata Pasha, sang vokalis.

Empat lagu lainnya adalah Sembah Sujudku karya Enda yang bercerita tentang ucap terima kasih dari hamba Allah atas rizki yang telah diberikan. Di mana terkadang manusia, dengan sengaja atau tidak, tetap selalu berbuat dosa.

Ungu2d
Sembah Sujudku itu mereka klaim sebagai lagu yang paling mellow pada mini album religi kedua dari grup band itu.

Namun yang menarik, adalah lahirnya lagu Surga Hati karya Pasha yang merupakan pengalaman religi dari vokalis Ungu itu saat bersujud di Tanah Suci Mekkah dalam perjalanan umrah tahun ini.

Ungu membuka lagu dengan ritual dia di Rumah Allah, talbiyah. Suara Pasya yang sayup-sayup dikawal suara perkusi dari grup marawis.

“Ajaibnya, lagu ini saya tulis di atas motor gede, di Jakarta sebelum berangkat Umroh. Saya membayangkan doa apa yang akan saya panjatkan di sana dan berkah apa yang kami dapatkan di Rumah Allah,” ungkap Pasha.

Hasilnya, sebuah aransemen yang bisa membawa ke suasana yang lebih teduh.

“Terus terang saya baru pertama kali ke Tanah Suci,” kata vokalis yang pernah menggondol juara lomba adzan se-Makasar saat usia remaja.

Sedangkan dua lagu lainnya adalah Sesungguhnya dan ditutup oleh karya Enda, Tuhanku yang memanfaatkan paduan suara anak-anak bersalawat.

Catatan lainnya, sebelum mini album ini dirilis, tiga dari lima lagu telah terpilih sebagai soundtrack sinetron religi yang tayang selama Bulan Ramadhan.

“Kami menulis lagu tanpa prestasi atau tujuan untuk menjadikan best selling, yang penting pesan moral dan sujud kepada Allah memang harus ditulis dengan benar,” kata Pasha.

Itulah sebabnya, Ungu tidak produktif untuk membuat lagu-lagu pop Islami. Tapi diluar prediksi siapapun, album religi pertama Ungu itu terjual di atas lima ratus ribu kopi.

“Itu lebih dari separuh penjualan album regular Ungu,” kata Pasha menambahkan. (kpl/rit)

*) Sumber : Kapan lagi.com
<a href=”http://sepcomp.multiply.com/music/item/138/Album_Ungu_-_Para_Pencari_Mu”>Download lagu Ungu - Para pencarimu Multiply member Only.

Peterpan Rilis Album di Dua Negara

May 24th, 2007 by sepcomp

Peterpan Rilis Album di Dua Negara
Banyak Masalah, Tumbuhkan Kebersamaan

JAKARTA - Dengan formasi empat personel tersisa, grup band Peterpan akhirnya merilis album baru. Ariel Peterpan_2070
(vokal), Lukman (gitar), Uki (gitar), dan Reza (drum) itu merilis album berjudul Hari yang Cerah… di Backstage Cafe, Jakarta, kemarin.

Launching terbuka akan dilakukan di dua negara pada 26 Mei 2007. Tepat pukul 00.00 waktu setempat, Ariel dan kawan-kawan akan manggung di Ruums, Kuala Lumpur, Malaysia. Setelah itu mereka langsung terbang ke Indonesia. Dua puluh jam kemudian, tepatnya pukul 22.00, mereka mengadakan konser launching di Monumen Perjuangan Gazebo, Bandung. Sebelumnya, salah satu hit dari album itu, Menghapus Jejakmu, telah diputar serentak di 200 stasiun radio di Indonesia dan Malaysia.

“Konser di Bandung nanti juga disiarkan secara langsung oleh enam stasiun TV di Indonesia,” kata Indrawati Widjaya yang akrab disapa ibu Acin, pemimpin Musica Studio, label yang menaungi Peterpan.

Peterpan_2112
Hari yang Cerah… merupakan album yang tertunda. Peterpan terakhir merilis album Alexandria dua tahun lalu. “Kami terlambat 10 bulan sejak break tahun lalu,” jelas Ariel.

Ketika itu, para personel Peterpan mengaku butuh istirahat. Rencana awal, istirahat itu hanya butuh waktu tiga bulan untuk kemudian konsentrasi menggarap album. “Tapi, kemudian ada banyak masalah. Salah satunya, ada personel yang keluar (Andika dan Indra, Red). Akhirnya, ada masalah juga di pembuatan lirik dan aransemen ulang lagu yang sudah ada,” kisah vokalis bersuara berat itu.

Penggarapan album dimulai pada bulan puasa tahun lalu dan baru selesai enam bulan kemudian. “Tapi, kami nggak terlalu intens masuk studio. Jadi, hari pengerjaannya itu lompat-lompat,” tambah Uki.

Menghadapi persaingan dengan munculnya beberapa grup band baru yang berkualitas, Peterpan mengaku tetap optimistis. Hanya, tidak bisa berkata yakin. “Mesti jalani saja. Apa pun yang terjadi, jalani saja. Band sekarang kan bagus-bagus. Tapi, musik kami beda. Aransemen juga lebih berwarna dengan formasi kami yang sekarang berbeda,” ungkap Ariel.

Ariel menambahkan, secara musikalitas, Peterpan saat ini lebih berwarna dan lebih ceria. Begitu pun pada lirik. Ariel yang membuat mayoritas lirik lagu berjuang untuk mencari kata-kata dan makna baru. “Kami khawatir ada pengulangan dari album sebelumnya,” ujarnya.

Sejak album pertama, Peterpan belum pernah berkolaborasi dengan musisi mana pun. Menurut Uki, hal itu Peterpan_2497
dilakukan untuk memperlihatkan keutuhan Peterpan tanpa ada campur tangan pihak lain. “Kami juga menghindari anggapan bahwa Peterpan sudah tidak mampu lagi makanya menggaet musisi lain. Kami nggak mau begitu. Kami ingin tunjukkan Peterpan-nya dulu,” tambah Ariel.

Begitu pun dengan lirik berbahasa Inggris. Peterpan tidak pernah menyanyikan lagu berbahasa asing sejak awal karirnya hingga album ketiga kali ini. Alasannya? “Nggak bisa bahasa Inggris. Hehehe.. bohong-bohong. Maaf bercanda. Kami punya satu lagu bahasa Inggris. Tadinya mau dipasang di album ini, tapi karena kami lagi formasi baru begini, jadi nggak mau macam-macam dulu. Nanti saja biar nggak setengah-setengah,” ujar Ariel.

Ketika Andika dan Indra keluar, nama Peterpan sempat diperdebatkan. Andika mengaku sebagai pemilik nama itu karena merasa sebagai pencetus ide pada awal pembentukannya.

Menanggapi hal itu, Ariel mengatakan bahwa sebenarnya nama Peterpan tidak pernah diperebutkan. Hanya, sempat ditawarkan untuk diganti. “Kami tawari Andika dan Indra untuk memakai nama itu. Konsekuensinya, selesaikan kontraknya dengan Musica. Sebab, nama Peterpan harus tetap ada,” ujar Ariel.

Peterpan memang masih terikat kontrak dengan Musica untuk menyelesaikan dua album lagi terhitung album Hari yang Cerah…. Akan tetapi, Andika dan Indra tidak menyanggupinya. “Akhirnya, kami yang menanggung beban itu,” terang Ariel.

Setelah kontrak usai, lanjut Ariel, bisa jadi nama Peterpan hilang jika masih dipermasalahkan. Sebab, setelah itu tidak ada pertanggungjawaban ke pihak mana pun. “Mungkin akan ada penghapusan nama Peterpan,” terusnya.

Di balik itu, segala masalah yang menimpa, ada hikmah yang didapat. Menurut Uki, sekarang Peterpan telah berubah menjadi grup band yang mengusung kebersamaan. “Di album ini semua lebih kreatif. Kami selalu masuk studio terus berdiskusi bersama untuk mengerjakan musiknya,” tandasnya. (gen)

NB : Mau Download Lagunya : Klik disini

Inzaghi Antar Milan Juara

May 23rd, 2007 by sepcomp

Final Liga Champions
Inzaghi Antar Milan Juara
Andi Abdullah Sururi - detikSport

(AFP/Franck Fife)
Milpool
Athena - Filippo Inzaghi mengantarkan AC Milan ke tangga juara Liga Champions musim ini. Ia dua kali mengoyak gawang Liverpool untuk membawakan kemenangan 2-1 di Olympic Stadium, Athena, Kamis (24/5/2007) dinihari WIB.

Striker berusia 33 tahun itu membungkam suporter Liverpool masing-masing di penghujung babak. Yang pertama ia ciptakan di menit 43, meneruskan free kick Andrea Pirlo. Adapun yang kedua ia buat di menit 82 berkat assist Kaka.

Liverpool memperkecil kedudukan di menit 88 melalui sundulan Dirk Kuyt. Namun gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan, seperti sukses mereka dua tahun lalu di Istanbul, juga melawan Milan.
Milanjuarabbcisi
Ketika itu The Reds lebih dulu tertinggal 0-3 sebelum menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Tim asuhan Rafael Benitez itu bahkan berbalik menang dan merengkuh tropi juara setelah memenangi drama adu penalti.

Sukses Milan membalas kekalahan tersebut sekaligus menambah koleksi titel Eropa klub raksasa Italia itu menjadi tujuh kali dan semakin mendekati rekor Real Madrid sebagai tim dengan kemenangan terbanyak di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu, yakni sembilan kali.

Jalannya pertandingan

Pelatih kedua tim memainkan satu penyerang murni di garis depan. Carlo Ancelotti memilih Inzaghi ketimbang Alberto Gilardino, sedangkan Benitez mengandalkan Kuyt dan menaruh Peter Crouch di bangku cadangan. Dua pemain yang sempat diragukan kondisinya, yakni Paolo Maldini dan Bouwedijn Zenden, akhirnya tampil sebagai starter.

Permainan berjalan dalam tempo cepat dan terjadi pertarungan ketat di lini tengah. Akan tetapi tidak terlalu banyak peluang menciptakan gol yang dihasilkan masing-masing tim.

Kans pertama diperoleh Liverpool di menit kesembilan. Dari sentuhan satu-duanya dengan Kuyt, Jermaine Pennant melepaskan tembakan menyilang dari kiri kotak penalti Milan, tapi kiper Dida dapat mengantisipasinya.
Milanjuaramustafaozerko

Milan baru memunculkan serangan konkret pertamanya di menit 16 melalui tembakan jarak jauh Kaka, yang masih mudah dijinakkan Pepe Reina.

Sejauh itu Liverpool sedikit mengendalikan permainan berkat penampilan agresif lima gelandangnya. Milan terlalu bertumpu pada visi seorang Andrea Pirlo. Clarence Seedorf belum terlihat kontribusi pentingnya, dan Kaka lebih mengandalkan skil individu.

Di menit 26 Liverpool melakukan serangan yang lebih baik. Dari sepakan Zenden yang diblok Maldini, Alonso menyambar bola muntah dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Namun arah bola masih sedikit melebar di kanan gawang Dida. Lima menit kemudian giliran John Arne Riise mengeluarkan tembakan geledeknya, tapi bola melesat di atas mistar gawang.

Di menit 43 terjadi insiden di depan kotak penalti Liverpool, menyusul pelanggaran Alonso terhadap Kaka. Bersamaan Pirlo mengambil free kick, Inzaghi bergerak maju. Bola bergulir melewati pagar Liverpool dan mengenai bahu Inzaghi. Reina terlanjur bergerak ke kiri dan tak bisa berbuat apa-apa saat arah bola berubah dan bersarang di jalanya.
Pipporayakanarismessinisisi_1

Unggul 1-0 membuat Milan lebih percaya diri dan bermain lebih taktis di awal-awal babak kedua. Kerja sama antarpemain terjalin lebih padu ketimbang di babak sebelumnya.

Di pihak lain Liverpool mencoba meningkatkan tempo serangannya. Kesempatan didapat Gerrard di menit 62. Memanfaatkan kesalahan Gattuso dalam mengumpan, ia menggiring bola untuk melewati Nesta. Namun tendangannya mampu dihentikan Dida.

Meski menekan, tapi shot on goal Liverpool lebih bertumpu pada tembakan jarak jauh. Riise mencobanya di menit 67, Harry Kewell — masuk menggantikan Zenden — juga mengupayakannya di menit 72, tapi dua-duanya melenceng dari bidang sasaran.

Memasuki menit 82, saat Liverpool dalam posisi menekan, Milan melakukan serangan balik. Kaka mendapat celah di antara dua pemain Liverpool untuk mengumpan Inzaghi. Lolos dari offside, penyerang bernomor punggung 9 memasuki kotak penalti Liverpool. Reina sudah menyongsong, tapi Inzaghi dengan licin menyodok bola melewati badan kiper asal Spanyol itu, sekaligus memastikan kemenangan Rossoneri.

Liverpool mengais harapan ketika Kuyt menuntaskan screeming di kotak penalti Milan, yang bermula dari sepak pojok Harry Kewell. Striker Belanda itu mengoyak jala Dida dengan meneruskan sundulan Daniel Agger dengan sundulan pula. Namun gol Kuyt menjadi gol terakhir dalam pertandingan tersebut, dan Milan tetap keluar sebagai juara.

Susunan pemain:
AC Milan: 1-Dida; 44-Massimo Oddo, 13-Alessandro Nesta, 3-Paolo Maldini, 18-Marek Jankulovski (4-Kakha Kaladze 79); 8-Gennaro Gattuso, 21-Andrea Pirlo, 23-Massimo Ambrosini, 10-Clarence Seedorf (19-Giuseppe Favalli 90+2), 22-Kaka; 9-Filippo Inzaghi (11-Alberto Gilardino 89).

Liverpool: 25-Pepe Reina; 3-Steve Finnan (2-Alvaro Arbeloa 88), 5-Daniel Agger, 23-Jamie Carragher, 6-John-Arne Riise; 16-Jermaine Pennant, 20-Javier Mascherano (15-Peter Crouch 78), 14-Xabi Alonso, 8-Steven Gerrard 32-Boudewijn Zenden (7-Harry Kewell 59); 18-Dirk Kuyt

Incredible Rafting

February 21st, 2007 by sepcomp

Pada tanggal 17-18 Februari 2007, NIIT Surabaya - Malang serta C-Plus Sby yang tergabung dalam Divisi Busdev (Bussines Development) PT. Catur Elang Perkasa mengadakan Outing, di Probolinggo kegiatan ini di bimbing oleh team dari Exist (renakan PT. CEP), kegiatan kita selama 2 hari satu malam sungguh padat dan sungguh melelahkan tetapi sangat mengasikkan, merupakan pengalaman yang takkan terlupakan.
Crop_rafting_2_2
Kegiatan Outbond ini memang banyak sesinya mulai dari permainan, olahraga, kekompakan serta kebersamaan dalam team, juga ada Paint Ball (Perang-perangan), acara puncaknya adalah Rafting (Arum Jeram) yang menegangkan dan sekaligus mengasikan..

The Incredible Rafting mungkin itu slogan yang tepat bagi Songa Rafting, ini merupakan pengalaman pertamaku, walaupun masih ada perasaan was-was takut perahu kebalik, sampai terjadilah kejadian yang tidak diinginkan oleh teman kami yang perahunya terbalik, tetapi Alhamdulillah karena kesigapan team Guide dari Songa Rafting yang selalu mementingkan keselamatan para peserta, maka teman kami yang te

rbalik berhasil di selamatkan, dan setelah kepanikan selesai maka dilanjutkan kembali sampai finis.

Avatar_rafting_5

Memang sungguh mendebarkan, mungkin suatu saat nanti pingin kesana lagi,

Tukul Arwana

January 26th, 2007 by sepcomp

Tarif Tukul Makin Mahal

Tukul_arwana

PANCORAN, WARTA KOTA - Presenter kocak Tukul Arwana makin melejit. Di luar acara televisi atau kegiatan off air, Tukul pasang tarif Rp 30 juta sekali tampil. “Bilangin sama orang itu, kalau tidak Rp 30 juta tidak usah,” kata Tukul kepada asistennya bernama Teguh.

Di usia 43 tahun, Tukul Arwana yang bernama asli Tukul Riyanto ini menikmati masa kejayaan yang luar biasa. Lewat acara Empat Mata yang ditayangkan stasiun televisi Trans 7, Tukul benar-benar melejit. Rating Empat Mata melonjak sehingga tayangan pun digelar setiap hari selama lima hari penuh (Senin-Jumat).
Tukul

Di sela syuting Empat Mata di Studio Hanggar pekan lalu, telepon Tukul berdering karena ada pendengar yang ingin mengundang Tukul untuk kegiatan off air. Telepon pun dialihkan ke asistennya. Tukul bilang bahwa angka Rp 30 juta masih tergolong murah untuk orang setenar dirinya saat ini. “Biarlah, yang penting sering. Saya tak mau langsung menaikkan tarif dengan memanfaatkan ketenaran,” kata Tukul.

Selain lima kali di Trans 7, Tukul juga mengisi acara di RCTI dengan tajuk Catatan Tukul dua kali sepekan. Dengan demikian, sepekan penuh Tukul tampil di televisi. Tapi ia menolak menyebutkan tarif sekali tampil. Andri Lunggana, produser acara yang dibintangi Tukul, juga bungkam. Tapi sumber-sumber Warta Kota menyebutkan Tukul dalam sekali tampil di televisi, Tukul bisa mengantongi Rp 20 juta. Bisa dibayangkan berapa pendapatan Tukul dalam sepekan, sebulan, atau setahun.

Tukul selalu ceria dan percaya diri (PD). Tapi di balik keceriaannya, Tukul Arwana (43) menyimpan kisah sedih. Ia baru kehilangan buah hati. Ya, dua kali istrinya, Ny Susiana, keguguran. Padahal, Tukul mengaku ingin memiliki momongan lagi setelah sebelumnya mempunyai Novita, putri semata wayangnya. Walaupun sedih, Tukul ternyata dapat menyembunyikannya di balik lawakannya. Ia bisa membuat orang tertawa terpingkal-pingkal, padahal di dalam hati ia sempat menangis.

Demikian pula saat break syuting siaran langsung Empat Mata, kedua mata Tukul tiba-tiba diserang rasa kantuk. Demi keluarga dan pekerjaan yang ia cintai, Tukul dengan sigap mengusir rasa kantuknya. Syuting pun dimulai dengan wajah yang tetap ceria. “Kembali ke laptop,” kata Tukul sambil berteriak semangat.

Tukul jenius

Tukul Arwana mulai dipercaya menjadi host nyentrik di sebuah program talkshow televisi Empat Mata sejak Juni 2006. Berkat penampilannya yang cemerlang di acara itu, nama Tukul melejit. Ucapan-ucapan Tukul jadi jargon harian, mulai dari “Kembali ke laptop”, “Silent please”, hingga “Puas!? Puas!?”. Sejumlah kalangan mengatakan bahwa sekarang adalah waktu Tukul memperlihatkan bakat emasnya.

Empat Mata benar-benar naik kelas. Awalnya tayang sepekan sekali, lalu jadi setiap hari selama Senin-Jumat, dengan perolehan iklan yang meroket. Bayangkan, jeda iklan di acara ini bisa mencapai lima menit. Soal rating, share acara Empat Mata kini mencapai angka 13,1. Kontrak Tukul pun diperpanjang hingga 260 episode. Itu artinya, bayarannya sebagai host juga naik.

Belum lagi kini RCTI ikutan mengontrak pelawak asal Perbalan, Purwosari, Semarang, Jawa Tengah, untuk acara Catatan Si Tukul yang tayang setiap Senin dan Selasa pukul 10.00. Padahal pelawak lain seperti Eko Patrio, Tessy, dan Komeng hanya membawakan sekali acara Catatan Si… dalam sepekan. Komeng, misalnya, memandu Catatan Si Komeng setiap Rabu saja. Daya jual Tukul kini melebihi para pesaingnya.

Psikolog sosial Sartono Mukadis menyebut Tukul sebagai pelawak jenius, karena dapat berpikir secara cepat (quick thinking). Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng memuji acara yang dibawakan Tukul sebagai lawakan yang menghibur, segar, santai, serta cerdas.

Pada Minggu kedua Januari 2007, Warta Kota diberi kesempatan beberapa kali oleh Tukul dan kru produksinya untuk melihat secara langsung proses pembuatan acara Empat Mata yang kini menjadi tayangan unggulan bagi televisi yang semula bernama TV7 ini. Saat itu Tukul mengundang aktor kondang Tora Sudiro, presenter seksi Cut Tari, dan komedian Mpok Atiek ke studionya di Pancoran, Jakarta Selatan.

Lain hari, Tukul mengundang kru Band Naif, penyanyi Audy, aktor Indra Birowo, sampai orang penting sekelas Andi Mallarangeng. Di sela-sela kesibukannya, para bintang tamu ’Kelas A’ yang diundang Tukul itu masih menyempatkan diri untuk hadir dan tertawa bersama ayah seorang putri ini.

Sementara di luar studio, sejak sore hari, penonton mulai terlihat datang berduyun-duyun ke studio yang sehari-hari dipakai lokasi syuting MTV Indonesia itu. Biasanya, mereka datang secara berkelompok berdasarkan kesamaan hobi atau pekerjaan. Ada pula yang sama-sama dari satu kampung di wilayah Jabodetabek. Sistem tiket pun mulai diberlakukan bagi penonton yang ingin menyaksikan “Tukul Show” untuk mengantisipasi membeludaknya penonton.

Begitu penonton masuk dengan teratur ke studio 3 dan sebelum syuting dimulai, Tukul yang sudah di make-up tak sungkan-sungkan menyapa penontonnya. Tentu saja, begitu melihat Tukul, penonton langsung tertawa. Apalagi kalau si Tukul bicara. Suara gaduh dan geeerrr… terdengar di seluruh ruangan studio. Tak lama kemudian Tukul mulai mengarahkan penonton untuk menghafalkan kalimat yang terkenal itu, “Kembali ke laptop.”

Namanya juga acara talkshow yang dikemas dibungkus lawakan karena pembawa acaranya memang pelawak, sehingga dapat dipastikan suasana syutingnya berlangsung meriah. Penonton yang melihat langsung sosok Tukul selalu dimanjakan oleh lawakannya yang membuat mulut jadi banyak tertawa dan tubuh menjadi hangat meskipun studionya sudah berpendingin.

Empat_mata_1
Di Empat Mata Tukul benar-benar tampil seperti aslinya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. “Ya itulah saya yang sebenarnya, senang bercanda,” ujar Tukul yang mengibaratkan dirinya seperti mata pisau yang jelek, tapi terus diasah hingga menjadi tajam.

Mengasah mata pisau menurut pria yang mengidolakan pelawak Tarzan ini adalah bagaimana seorang pelawak menghargai sebuah proses yang harus dilaluinya. “Sekarang banyak yang ingin jadi artis biar cepat kaya dan ngetop. Mereka tidak mikir bahwa proses itu juga perlu. Saya ini sudah melalui proses yang panjang. Berangkat dari daerah, masuk Radio SK, dan melawak di Jakarta,” tutur Tukul yang menganggap bahwa tidak selayaknya seorang pelawak merasa takut jika dirinya dianggap tidak lucu.

Tukul sangat memegang erat prinsip bahwa yang terpenting dalam hidup adalah proses, dan dia telah menjalaninya selama bertahun‑tahun. “Berjuang dengan butiran kristal keringat tentu berbeda dengan mereka yang instan. Saya sudah kenyang diremehkan, dicaci, dan dicibir. Saya jalan dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu panggung ke panggung yang lain. Dan inilah yang sekarang saya terima,” kata Tukul. (kin)

Sumber: Warta Kota

MICHAEL JORDAN

January 26th, 2007 by sepcomp

Michael Jeffrey Jordan (lahir 17 Februari 1963 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat) adalah pemain bola basket profesional asal Amerika. Ia merupakan pemain terkenal di dunia dalam cabang olahraga itu. Setidaknya, enam kali merebut kejuaraan NBA bersama kelompok Chicago Bulls (1991-1993, 1996-1998). Ia memiliki tinggi badan 198 cm.
Aagl131michaeljordanbulls6photofileposte

Ia mulai berkarier di NBA pada 1984 dan bergabung dengan klub Chicago Bulls hingga 1998. Selama kariernya, ia telah mengoleksi enam gelar juara dan lima kali ditunjuk sebagai MVP reguler. Pemilik nama terkenal Air Jordan ini pensiun dari dunia basket pada 2003 setelah dua tahun bergabung dengan Washington Wizards. Setelah itu, ia menjadi pengusaha. Selain tercatat sebagai pemilik Bobcats, Jordan sibuk dengan bisnis properti.

Kehidupan Pribadi

Michael Jordan

Aabi038michaeljordanbacktonewyorkphotofi
Pada 1985, ia bertemu dengan Juanita Vanoy dan menikah pada 2 September 1989 di Little White Chapel (Las Vegas). Dari hasil pernikahan mereka lahir tiga anak, yaitu Jeffrey, Marcus, dan Jasmine. Mereka bercerai setelah 17 tahun mempertahankan pernikahannya. Bahkan, keduanya sama-sama mengaku sudah tinggal terpisah sejak Februari 2006. Puncaknya terjadi pada 2002. Ketika itu, ia mengaku bahwa dirinya membayar Karla Knafel sebesar US$ 250 ribu untuk menjaga kerahasiaan hubungan. Knafel mengatakan bahwa Jordan menyebut pernikahannya sebagai “hubungan bisnis”.

Mendengar hal itu, Juanita langsung mengajukan tuntutan cerai dan meminta separo dari total kekayaannya yang disebut mencapai US$ 400 juta (sekitar Rp 3,6 triliun). Juanita juga menuntut kepemilikan rumah mewah dan hak asuh ketiga anak. Jorban kemudian bekerja keras menyelamatkan bahtera rumah tangganya. Sebulan kemudian, Juanita membatalkan tuntutannya.

Sejak Februari 2006, Juanita tinggal di Highland Park (Illionis), sedang Jordan di pusat Chicago. Akhirnya, keduanya memutuskan berpisah dan berbagi aset sekaligus hak asuh anak. Sidang percerain berlangsung di Lake County, Amerika Serikat.


BIOGRAPHI LAINNYA DALAM BAHASA INGGRIS

Michael Jordan’s biography

Michael Jordan was born in Brooklyn, New York, on February 17, 1963. His parents, James and Delores Jordan, moved to Wilmington, North Carolina when he was still a toddler. Jordan has two older brothers, one older sister, and one younger sister.
Aabd023michaeljordansavorthefirstphotofi

Jordan loved to play baseball when he was a child, and also played some basketball and football. His love for basketball began when his older brother, Larry, continuously beat him in one-on-one pickup games. As with any challenge Jordan faces, this determined Michael to become a better player.

Jordan played basketball for Laney High School in Wilmington, North Carolina. Ironically, Jordan was cut from the varsity team as a sophomore. Instead of giving up after failing to make the team, Jordan used it to spur himself to greater achievements, practicing hour after hour on the court. “Whenever I was working out and got tired and figured I ought to stop, I’d close my eyes and see that list in the locker room without my name on it,” Jordan said, “and that usually got me going again.” He eventually made the team and led it to the state championship.

Jordan accepted a basketball scholarship from the University of North Carolina. As a freshman, Jordan’s ever-growing popularity began when he scored the game-winning basket in the 1982 NCAA championship game against the Georgetown Hoyas. Jordan was selected college player of the year in the 1983-84 season, and led the US Men’s Basketball Team to an Olympic Gold Medal in the 1984 Summer Olympics under coach Bobby Knight.

Jordan left college and entered the NBA in 1984, he was selected third in the draft (First pick: Houston–Hakeem Olajuwon; second pick: Portland–Sam Bowie) by the Chicago Bulls, a team that had won only 28 games the previous season. Ironically, Jordan played in his first game as a pro against Washington on Oct. 26, 1984. Jordan became an immediate impact in the league and proved that he belonged among the elite players. He finished his rookie season as one of the top scorers in the league, averaging 28.2 points per game, was named Rookie of the Year, and also made the All-Star team. Jordan led the Bulls into the playoffs in every season, but didn’t make the NBA Finals until 1991, where he led the Bulls to their first of three consecutive NBA Championships (1991, 1992, and 1993).

Jordan played in the 1992 summer Olympics with the original Dream Team, perhaps the greatest team ever assembled. It was the first time NBA players were allowed to compete in the Olympics. Michael Jordan averaged 12.7 points per game as the USA Dream Team went 6-0 to win the gold medal, Jordan’s second in his career.

There were some troubling events that followed his third NBA Championship. Jordan’s father, James Jordan, pulled over one night to take a nap on his way home, and was murdered by a couple of armed robbers in North Carolina. The NBA also began an investigation into allegations that Jordan had illegally bet on NBA games. He was eventually cleared. These events eventually caused Jordan to lose his motivation and the sense of having to prove something as a basketball player, and he felt it was time to step away from the court.

Jordan sought a new challenge, to play professional baseball. He signed a minor league contract with the Chicago White Sox. He was assigned to the Birmingham Barons, affiliates of the Chicago White Sox, and played an outfielder position. His presence in the minors grew large numbers in attendance, but his batting was uncharacteristic of Jordan’s athletic skills. In his first summer with the Barons, he batted .202 with 114 strikeouts in 127 games. Later in the year he batted .252 with the Scottsdale Scorpions in the Arizona Fall League. By November of 1994, the Bulls had retired his number and erected a life-size statue of him in front of the United Center.

On March 18, 1995, Jordan announced “I’m back!” He ended his short-lived career with baseball and rejoined the Bulls near the end of the 1994-1995 regular season, eventually losing to the Orlando Magic in the Eastern Conference Semifinals. “He didn’t look like the old Michael Jordan, ” said Orlando’s Nick Anderson.

Jordan once again had something to prove to the world, that he was still the greatest basketball player to ever play the game, and that he would be even greater in the season to come. Michael Jordan led the Bulls to an astonishing 72-10 record, the best regular season in the history of the NBA. Jordan led the league in scoring with 30.4 points per game, was named the All-Star MVP, the league MVP and the NBA Finals MVP, as they went on to win their fourth NBA championship (1996). He was selected in 1996 as one of the 50 Greatest Players in NBA History.

Jordan and the Bulls continued their dominance into the next two seasons, winning two more consecutive championships (1997 and 1998), becoming the first team in NBA history to repeat-the-threepeat (1991-1993, 1996-1998). Jordan earned All-Star MVP and league MVP honors in 1998, led the league in scoring in all three years of his comeback (1996, 1997, and 1998) and won six NBA Finals MVP awards for every Finals the Bulls have competed inThe breakup of the Bulls dynasty by Jerry Krause led to Jordan’s second retirement. Jordan stated he would not play basketball for anyone else other than Phil Jackson, and mentioned he would like to spend more time with his wife, Juanita, and their three children, Jeffrey, Marcus, and Jasmine.

Michael Jordan later joined the Washington Wizards as President of Basketball Operations and part owner in January 2000. “I’m going to have my imprints and footprints all over this organization,” said Jordan. “I look forward to turning this thing around. Right now we’re an underachieving team.” Jordan disappointedly witnessed his team win 19 games in the 2000-2001 season, his first full season as President of Basketball Operations, after winning only 29 games the season before. He completely overhauled the roster, hired Doug Collins, a coach Jordan played for once before in his early years with the Bulls, and began the Wizards rebuilding phase. But no one had expected the turn of events that were leading into the 2001-2002 season.

Michael Jordan’s burning competitive desire to succeed motivated him to return once again as a basketball player, and turn the Wizards franchise around. Jordan began training, informing the media, at first, he was only doing it to lose weight. He worked himself into basketball shape during the summer by holding several invitation-only camps of pickup games with other NBA players at a Chicago gym. Jordan suffered three setbacks during his comeback summer workouts, raising questions as to whether his 38-year old body can endure a NBA 82 game schedule.

On September 25, 2001, Jordan added another chapter to what could have been the perfect ending in his storybook career. He announced that he would return to the NBA and play for the Washington Wizards on a two-year contract. “I am returning as a player to the game I love,” said Jordan. “I am especially excited about the Washington Wizards, and I’m convinced we have the foundation on which to build a playoff-contention team.” Ironically, Jordan achieved another moment in his spectacular career, scoring his 30,000th career point on January 4, 2002 against his former team, the Chicago Bulls. Unfortunately, Jordan was never able to lead his Wizards into the postseason as a player. He retired for a third and final time after playing his final game on April 16th, 2003.

There’s no question that Michael Jordan is the greatest player to ever play the game, he has single-handedly redefined basketball. No player in NBA history has achieved so much in any amount of time. He is a five-time league MVP, a ten-time scoring champion, a six-time Finals MVP, and houses six NBA championships. This time Michael Jordan left the game of basketball on his own terms. His comeback was to scratch an itch, and to teach the younger players how the game is played. He finished his career with 32,292 points, and a career average 30.12 ppg, the best in NBA history. Jordan has now officially passed the torch to the younger stars. “Now I can go home and feel at peace with the game of basketball,” said Jordan.

Michael Jordan

January 25th, 2007 by sepcomp

Free Image Hosting at ImageShack.us
Michael Jordan

“Idola baru Ac Milan” (Ricardo Oliveira)

September 6th, 2006 by sepcomp

detikSport *Milan - *Setelah resmi bergabung dengan AC Milan, Ricardo Oliveira langsung mengeluarkan tekadnya. Penyerang asal Brasil ini berharap bisa membukukan prestasi melebihi catatan Andriy Shevchenko. Sheva -panggilan akrab Shevchenko- memang memiliki tempat tersendiri di hati /Milanisti/. Kontribusi prestasi Sheva kepada Milan dalam beberapa musim terakhir menjadi alasan utama mengapa striker yang membela Chelsea musim ini tersebut dicintai publik Milan. Catatan itulah yang membuat Oliveira ‘iri’, juga kagum. Dengan tegas mantan /goal getter/ Real Betis itu mentargetkan untuk ‘mengalahkan’ prestasi Sheva di Milan. "Saya menghormati Sheva, pemain yang mencatatkan sejarah bersama Milan, tapi sekarang saya disini untuk menuliskan sejarah saya sendiri," tuturnya seperti dikutip /Football Italia/, Minggu (3/9/2006). Tekad Oliveira itu tidak terlepas dari nomor punggung 7 milik Sheva yang dikenakannya. Citra yang Sheva miliki di nomor tersebut dirasa besar oleh Oliveira. "Saya diberi tahu bahwa nomor punggun itu tidak ada pemiliknya dan saya menginginkannya. Kemudian setelah manajemen Milan menjelaskan bahwa nomor tersebut sebelumnya milik Sheva, saya malah lebih bersemangat," tandas Oliveira. Namun ia tetap berharap kepada pendukung Milan untuk memberinya sedikit waktu untuk beradaptasi. Oliveira menilai bahwa Italia beserta kompetisi dan kehidupannya merupakan barang baru baginya. "Saya akan membutuhkan waktu untuk mengeluarkan permainan terbaik saya, tapi saya tegaskan bahwa disini saya bermain, mencetak gol dan meraih kemenangan. Dengan kerja keras dan fokus, saya akan mencapai tujuan itu," ujar pemain berusia 26 tahun ini. "Saya tidak akan mengecewakan pendukung Milan," tambah Oliveira. Oliveira resmi diboyong Milan dari Real Betis 31 Agustus lalu, di penghujung berakhirnya seri bursa transfer pertama. Milan memberikan kompensasi transfer kepada Betis senilai 12 juta pounds /plus/ Johann Vogel.

“Akhirnya Italia Juara Dunia”

September 6th, 2006 by sepcomp

Berlin - Piala Dunia 2006 berakhir dramatis. Lewat
adu penalti, diwarnai kartu merah terhadap Zinedine Zidane, Italia
tampil sebagai juara dunia untuk keempat kalinya.

Di Olympic
Stadium, Berlin, Minggu (10/7/2006), Fabio Cannavaro, usai melakoni
pertandingan internasionalnya yang ke-100, mengangkat tinggi-tinggi
tropi lambang supremasi tertinggi sepakbola yang telah diperebutkan
sebanyak 17 kali itu.

Pada pertandingan final melawan Prancis,
Italia menang adu penalti 5-3 setelah kedua kesebelasan bermain sama
kuat 1-1 selama 120 menit.

Ini adalah kali keempat Piala Dunia
dimenangkan anak-anak terbaik dari Negeri Pizza setelah tiga sebelumnya
direngkuh pada 1934, 1938, dan 1982. Kemenangan ini juga terasa
istimewa karena Italia punya rekor yang buruk dalam adu penalti.

Italia
tiga kali berturut-turut tersingkir di ajang Piala Dunia, dimulai di
kandangnya sendiri pada 1990. Ketika itu mereka dihentikan Argentina di
semifinal. Empat tahun kemudian Roberto Baggio dkk menyerah dari Brasil
di final di AS, lalu ditumbangkan tuan rumah Prancis di babak
perempatfinal 1998, juga dari proses yang sama.

Kemenangan ini juga merupakan pembalasan dari Prancis, yang juga mengalahkan mereka di final Euro 2000. Waktu itu Les Bleus unggul 2-1 lewat gol emas David Trezeguet.

Ironisnya,
Trezeguet justru menjadi salah satu penyebab kekalahan Prancis dalam
adu penalti. Bertindak sebagai algojo kedua, tembakan striker Juventus
itu membentur mistar gawang. Kecuali Trezeguet, semua eksekutor
masing-masing tim dapat menunaikan tugasnya.

Akan tetapi nasib
paling tragis dialami Zinedine Zidane. Pemain terbaik dunia tiga kali
itu, yang merupakan "dewa" sepakbola Prancis dalam delapan tahun
terakhir, harus mengakhiri karirnya yang gemerlapan dengan noda.

Di
menit 110 Zinedine tak mampu menahan emosinya. Tak disangka-sangka ia
menanduk dada Marco Materazzi hingga bek Italia itu terjengkang. Wasit
langsung merogoh kartu merah dari saku celananya dan mengusir Zidane.Cannavaropascalpavaniisi

 

Dikutip dari Detikcom.